PERTEMUAN VI

PILIHAN KATA (DIKSI)

PEMBAHASAN

  1. A.     DIKSI

1.1          PengertianDiksi

Diksi dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan Gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi berarti “pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)”. Dari pernyataan itu tampak bahwa penguasaan kata seseorang akan mempengaruhi kegiatan berbahasanya, termasuk saat yang bersangkutan membuat karangan. Setiap kata memiliki makna tertentu untuk membuat gagasan yang ada dalam benak seseorang. Bahkan makna kata bisa saja “diubah” saat digunakan dalam kalimat yang berbeda. Hal ini mengisyaratkan bahwa makna kata yang sebenarnya akan diketahui saat digunakan dalam kalimat. Lebih dari itu, bisa saja menimbulkan dampak atau reaksi yang berbeda jika digunakan dalam kalimat yang berbeda.

1.2          SyaratKetepatanDiksi

Syarat Ketepatan Diksi ialah pilihan kata. Maksudnya, kitamemilih kata yang tepatuntukmenyatakansesuatu.Pilihan kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia karang – mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Dalam memilih kata yang setepat-tepatnya untuk menyatakan suatu maksud, kita tidak dapat lari dari kamus. Kamus memberikan suatu ketepatan kekpada kita tentang pemakaian kata-kata. Dalamhalini, makna kata yang tepatlah yang diperlukan.

  1. B.      MAKNA KATA

 

2.1       Makna Denotatif

Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual. Makna pada kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan makna.

Contoh :

  1. Mas parto membeli susu sapi.
  2. Irma menulis surat di meja belajar.

2.2       MaknaKonotatif

Maknakonotasiadalahmakna yang bukansebenarnya yang umumnyabersifatsindirandanmerupakanmaknadenotasi yang mengalamipenambahan.

Contoh:

ü  Para petugasgabunganmeraziakupu-kupumalamtadimalam (kupu-kupumalam = wts).

ü  Bu Marcella sangatsedihkarenaterjerathutanglintahdarat (lintahdarat = rentenir).

  1. C.      GAYA BAHASA (Majas)

 

3.1       Gaya Bahasaatau Idiom

Idiom ataugaya bahasaadalahsalahsatugayabahasadarisekianbanyakgayabahasa yang digunakanmanusiauntukberkomunikasisatusama lain. Penggunaan idiom inisengajadilakukanterutamauntukmenyatakansesuatusecaratidaklangsungkepadalawanbicara, dengancaramenyatakansesuatu di luarkonteks kata yang sebenarnya yang lebihmudahdicernadandimengertiolehpendengartanpaadanyakesalahanpersepsiantarapenuturdanpendengar.Secaraumumtujuanpenggunaan idiom atauungkapanituialah agar pendengarataupembacamerasalebihtertarikterhadapapa yang didengarataudibacanya Dan darisebagianfungsi-fungsitersebutdiantaranya :

  1. 1.      Memperhalus ucapan
  • Contoh dalam bahasa indonesia, Orang lebih cenderung menggunakan kata meninggal dunia, pulang ke rahmatullah ketimbang kata mati untuk mengabarkan kematian seseorang.
  • contoh dalam bahasa inggris, ungkapan pass away lebih halus ketimbang dead yang keduanya punya arti sama yakni mati.
  1. 2.      Menunjukan makna berlebihan atau hyper
  • Contoh dalam bahasa indonesia: kenaikan harga sembako mencekik leher rakyat kecil tak ada harga yang bisa sampai mencekik leher, itu hanya sebuah ungkapan bahwa naiknya harga sudah sangat terlalu mahal sehingga membebani rakyat kecil.
  • Contoh dalam bahasa inggris : my hobby is shopping because I have deep pockets artinya hobiku belanja karena aku punya banyak uang. Seseorang yang punya banyak uang bukan berarti kantong saku tempat ia menyimpan uangnya sangat dalam, itu hanya sebuah ungkapan berlebihan bahwa saking banyak uangnya sampai kantong sakunya pun dalam.
  1. 3.      Mempersingkat ucapan
  • Contoh dalam bahasa indonesia : Mengguncang dunia, untuk menggambarkan seorang musisi yang berhasil menciptakan karya-karya yang disukai dan dinanti masyarakat luas, penampilannya selalu bisa menghibur banyak orang dan mencetak hits dimana-mana kita hanya cukup mengatakan bahwa ia telah mengguncang dunia permusikan.
  • Contoh dalam bahasa inggris : white lie, idiom singkat yang maknanya berkata sesuatu yang tidak jujur agar terkesan sopan dan tidak menyakiti perasaan seseorang.

3.2       Gaya BahasaEufimisme

Eufemismeataupenghalusanbahasaadalahsalahsatubentukpemakaianbahasadalammasyarakat yang sudahsemakinlancarpenggunaanya.Mungkinkarenatuntutanzaman yang mengharuskanataukarenapolapikirmasyarakatpemakaibahasa yang selaluberubah.

Contoh :           Kami akan menyampaikan sepatah dua patah kata

3.3       Gaya BahasaHiperbola

Gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang melebih-lebihkan baik jumlah, ukuran, ataupun sifatnya dengan tujuan untuk menekankan, memperhebat, meningkatakan kesan dan pengaruhnya.

Contoh:

  1. Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih
  2. Angkatlahpandangmatamu

keswargaloka

kesejutalilin alit

yanggemetar

3.4       Gaya BahasaMetafora

Gaya bahasaperbandingan yang membandingkanduahalsecaraimplisit.Metaforadibentukberdasarkanpenyimpanganmakna.Sebenarnya, sepertijugapada simile, dalammetaforaterdapatduabentukbahasa (penanda) yang maknanyadiperban-dingkan.Namun, di sini, sebagaimanadikatakanolehKerbratOrecchioni, salahsatuunsurbahasa yang dibandingkanitutidakmuncul, melainkanbersifatimplisit.Sifatimplisitinimenyebabkanadanyaperubahanacuanpadapenanda yang digunakan.Selainitu, tidakada kata yang menunjukkanperbandingansepertidalam simile.Hal-halinilah yang mungkinmenjadimasalahdalampemahamanmetafora.

Contoh:

ü  Banyakmahasiswa yang mencobamemperebutkanmawarfakultasIlmuPengetahuanBudayaitu.

ü  Padakalimat di atas, kata mawardigunakanuntukmenyebutgadis. Iniberarti, keduanyadiperbandingkan. Komponenmaknapenyama: cantik/indah, segar, harum, berduri, cepatlayu.

ü  Komponenmaknapembeda: untuk “gadis” adalahmanusia, berjeniswanita,

ü  untuk “mawar” adalahbagiandaritanaman

Berikutiniakandikemukakan pula bagansegitigasemantikmetafora:

ü  Contoh: Akuadalahburung yang terbangbebas

3.5       Gaya BahasaPersonifikasi

Adalahgayabahasa yangmenampilkanbinatang, tanaman, ataubendasebagaimanusia.

Contoh:

ü   “Melambai-lambainyiur di pantai” (cuplikanlagu Tanah airku Indonesia) .

ü   Unsur yang dibandingkan: “gerakantangan” dengan “gerakandaunnyiur”.

ü   Komponenmaknapenyama: “gerakan”, bagiandarisesuatu yang besar “(tangan/daun)”.

ü   Komponenmaknapembedauntuktanganadalahbagiandari “manusia”.

ü   Komponenmaknapembedauntukdaunnyiuradalah “tanaman”. Di sini yang munculhanyagerakandaunnyiur, sedangkangerakantanganmanusiamenjadiimplisit. Acuan pun berubah, yang melambaibukanlagitanganmanusia, melainkandaunnyiur.

3.6       Gaya BahasaSarkasme

Adalahgayabahasa yang paling kasar, bahkankadang-kadangmerupakankutukan.

Contoh :           Mampuspunakutakpeduli, diberinasihatakutakpeduli, diberinasihatmasukketelinga.

3.7       Gaya BahasaMetonimia

Metonimiaialahgayabahasa yang menggunakannamabarang, orang, hal, atau cirri sebagaipenggantibarangitusendiri.

Contoh:

  1. Parker jauhlebihmahaldaripada pilot
  2. Dalam pemilu tahun ini, Partai A kehilangan 4 kursi

3.8       Gaya Bahasa Litotes

Gaya bahasa yang berupa pernyataan yang bersifat mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.

Contoh:

  1. Apa yang kami berikan memang tidak berarti bagimu
  2. Berilah Ia sesuap nasi

3.9       Gaya BahasaPleonasme

Adalahgayabahasa yang memberikanketerangandengan kata-kata yang maknanyasudahtercakupdalam kata yang diterangkanataumendahului.

Contoh :           Darahmerahmembasahibajudantubuhnya

  1. D.     JARGON DAN KATA SLANG

 

4.1       Jargon

Jargon mengandung beberapa pengertian. Pertama, jargon adalah kata-kata yang mengandung makna suatu bahasa, dialek, atau tutur yang dianggap kurang sopan atau aneh. Kedua, jargon diartikan sebagai bahasa yang timbul dari percampuran bahasa-bahasa, dianggap sebagai bahasa perhubungan. Ketiga, jargon diartikan sebagai kata-kata teknis atau rahasia dalam suatu bidang tertentu.

4.2       Kata Slang

Kata slang adalah kata percakapan yang tinggiataumurni. Kadang, kataslang dihasilkandarisalahucap yang disengaja, ataukadangberupapengrusakansebuah kata biasauntukmengisisuatubidangmakna yang lain.

Contoh Slang : asoy, manatahan, belumtahu, dia, dan sebagainya (bersifatsementara)

  1. E.      PILIHAN KATA

 

5.1       Kata Kajian

Kajianberartihasilmengkaji, adalah :

–              Kata yang perluditelaahlebihjauhmaknanyakerenatidakbisalangsungdipahamiolehsemua orang.

–              Kata yang dipakaiuntuksuatupengkajianataukepentingankeilmuan.

–              Kata yang dipakaiolehparaahli/ilmuwandalambidangnya.

–              Kata yang dikenaldandipakaiolehparailmuwanataukaumterpelajardalamkarya-karyailmiah.

5.2       Kata Populer

Kata Populer adalah kata yang dikenal dan diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Contoh: kata gelandangan lebih dikenal daripada kata tunakarya.

Kata Populer Kata Kajian
Kegiatan Aktivitas
Penyaring Filter
Merenung Kotemplasi
  • orang sakit
Pasien
Lulusan Alumnus
Peringkat Rangking
Menilai Mengevaluasi
koreksidiri Introspeksi
Isi Volume
Sasaran Target
Dorongan Motivasi
Khayalan Imajinasi
tidaknyata Fiktif
Perangai Karakter
Rencana Agenda
Pendapat Argument

Click download here

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s